Who's Online

Disclaimer


|APAPUN yang anda temui di sini adalah ekspresi pribadi | SAYA tidak mewakili lembaga manapun dan sepenuhnya tanggung jawab pribadi saya | © SILAHKAN mengambil isi blog ini, namun sangat elok jika menyertakan sumber atau rujukan | SUDILAH menegur saya dan memberikan maaf, jika menemukan karya anda terlewat dalam penyebutan sumber |

inspirasi


Komentar Tulisan

Mendapatkan Akses Pr...
plz dong yg premiumnya
dimna kk ?
27/11/07 05:04 Lagi...
Oleh rochimdoni

Pesta blogger itu......
Ayo maju terus..
jangan lupa Blogger Palu yah.. PBC gitu loh.. :roll
22/11/07 00:37 Lagi...
Oleh fritz

Mendapatkan Akses Pr...
plz dong premium id dan passwordnya
dimna cranya kk kalau bsa kasih dong id dan paswoordnya
19/11/07 18:39 Lagi...
Oleh rochimdoni

Blogger RI Kalahkan ...
ngOPINI-ku
Selamat menikmati rumah barunya, agak nyaman rasanya disini....
19/11/07 16:43 Lagi...
Oleh daeng limpo

Menggagas Palu Blogg...
Dahysat
Ide bagus yang harus direalisasikan dengan segera
19/11/07 08:23 Lagi...
Oleh Anggara



Pesan





Free shoutbox @ ShoutMix


My BlogLog



Home
Sepertinya Derita Masyarakat Dijadikan Proyek PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Newsflashes - Newsflash
H Adnan Arsal adalah Ketua Forum Silaturahmi dan Perjuangan Umat Islam Poso (FSPUI). Ia dikenal sebagai tokoh Islam berpengaruh di sana. 2 Maret 2005 lalu, Andi Miswar dan Danel Lasimpo dari Seputar Rakyat berkesempatan mewawancarai Adnan Arsal di kediamannya di Palu. Adnan diminta memberikan komentar tentang pengungkapan korupsi dana kemanusiaan Poso. Berikut ini petikan wawancaranya.
Korupsi dana kemanusiaan Poso telah membuat kaum dhuafa semakin menderita. Bagaimana komentar ustadz?

Kalo kita lihat keadaan di Poso kita menghadapi masalah di mana masih ada kesepakatan yang terbengkalai, begitu turun bantuan selanjutnya terjadi korupsi besar-besaran. Kepada Menko Polkam saat berkunjung ke Poso, saya mengingatkan tentang korupsi dana bantuan kemanusiaan harus berhati-hati. Karena sudah ada masalah sebelumnya Karena itu juga saya meminta kepada aparat penegak hukum untuk memperoses siapa saja yang terbukti telah melakukan korupsi dana kemunsiaan. Siapa pun orangnya. Karena itu, masyarakat sekarang ini sulit untuk menahan diri. Jika ini makin lama-makin tidak ada penyelesaian maka persoalan ini akan semakin membesar dan menyakitkan rakyat.

Apakah aparat penegak hukum sendiri terlibat dalam korupsi dana kemanusiaan ini?

Kalau memang ada indikasi ada aparat yang terlibat, maka kita tidak perlu melihat siapa orangnya. Apalagi sekarang kan sudah ada KPK (red:Komisi Pemberantasan korupsi) apalagi ini korupsi yang melibatkan institusi-institusi negara.

Saat ini ada upaya mengalihkan issu korupsi ini menjadi issu SARA. Komentar ustadz?

Mudah-mudahan masyarakat Poso tidak terpancing dengan masalah itu. Jangan sampai masyarakat kacau dengan masalah ini. Masyarakat Poso harus lebih faham bahwa ada permainan di sini (red:kasus korupsi).

Apakah ustadz melihat masyarakat Poso sudah lebih rasional melihat issu korupsi dan issu SARA?

Fakta itu ada bahwa masyarakat Poso sudah memahami dana kemanusiaan yang diturunkan itu ada yang tidak menyentuh ke masyarakat. Oleh karena itu jika tidak ada langkah-langkah dan tindak lanjut upaya hukum untuk menyelesaikan korupsi ini maka akan ada emosi masyarakat sudah sampai di ubun-ubun.

Bagaimana dengan unjuk rasa dilakukan masyarakat Poso dalam upaya mendorong upaya penyelesaian persoalan korupsi dana kemanusiaan?

Kalo memang tidak ada langkah-langkah riil oleh penegak hukum dalam menustaskan persoalan ini, maka saya kira unjuk rasa merupakan hal yang wajar saja. Itu karena masyarakat sudah bingung apa yang harus dilakukan. Anak-anak saja akan unjuk rasa bila ada keinginanya yang tidak dipenuhi. Di alam demokrasi sekarang ini wajar saja mengadakan unjuk rasa karena mereka faham.

Jadi Ustadz sendiri mendukung aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat?

Ya, kalau memang tidak ada langkah-langkah riil yang diambil oleh yang berwenang, kenapa tidak masyarakat melakukan unjuk rasa. Itu sama dengan air yang meluap jika salurannya macet. Itu harus menajdi perhatian yang berwenang jika ada masalah, harus betul-betul diselesaikan.

Bagaimana dengan mobilisasi yang dilakukan oleh orang-orang yang punya indikasi melakukan korupsi untuk melakukan penghadangan terhadap massa yang berunjuk rasa sebagai upaya melindungi?

Jadi memang saat ini ada pertarungan antara yang benar dan yang salah. Orang yang merasa terlibat dalam persoalan ini (red:korupsi dana kemanusiaan) tentunya akan membela diri. Sementara yang merasa dirugikan tentu akan melakukan unjuk rasa.

Apakah ustadz melihat dalam kasus Poso, sebagian besar orang menderita karena konflik tetapi ada juga yang semakin kaya karena konflik?

Yang jelas setelah Poso ini menderita dan babak-belur, kita kemudian berteriak minta bantuan berupa tempat tinggal, modal usaha dan jaminan hidup. Namun begitu bantuan turun, ada sejumlah orang yang memanfatkan ini. Jadi sepertinya derita masyarakat dijadikan proyek. ini seperti sudah jatuh ditimpa tangga lagi. > telah dimuat di seputarrRakyat edisi iv tahun ii


Add as favourites (48) | Views: 658

Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya