|
Ditulis Oleh andimiswar
|
|
Selasa, 22 Agustus 2006 |
|
Apa yang dapat dilakukan oleh para aktor pro-demokrasi? George Junus Aditjondro 1. ADA lima faktor yang sangat berpengaruh terhadap dinamika ekonomi-politik di Sulawesi, yakni: (a). dominasi Partai Golkar dan satelit-satelitnya di hampir semua provinsi di Sulawesi; (b). ekspansi modal dari Jakarta dan mancanegara untuk mengeksploitasi sumber-sumber daya alam di pulau ini; (c). dominasi korporasi-korporasi milik keluarga dan konco-konco Wakil Presiden Jusuf Kalla dan korporasi-korporasi yang dekat dengan tokoh politik nasional yang lain di pulau ini; (d). keragaman etno-linguistik yang tinggi di pulau ini, yang sering tumpang-tindih dengan keragaman agama, sehingga konflik-konflik ekonomi politik berbasis kelas dengan mudah dapat ditransformasikan menjadi konflik-konflik komunal atau sektarian; (e). siasat faksi-faksi militer untuk mengawetkan konflik-konflik komunal untuk menghancurkan resistensi penduduk setempat bagi masuknya modal besar di bidang pertambangan, perkebunan, kehutanan, serta pembangunan proyek-proyek infrastruktur besar seperti PLTA. Be first to comment this article | Add as favourites (47) | Views: 949 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh andimiswar
|
|
Minggu, 20 Agustus 2006 |
|
Poso mungkin sudah sempit bagi konflik dan kekerasan bersenjata yang sudah berkecamuk selama tujuh tahun. Kekerasan sedang mengincar ladang baru untuk menyemai konflik. Palu sebagai ibukota provinsi Sulawesi Tengah, sepertinya lahan subur untuk menanam horor tersebut. Bagaimana tidak, upaya untuk memprovokasi warga Palu telah berlangsung sejak semester pertama 2001. Sasarannya adalah simbol-simbol kelompok tertentu. Tujuannya, tentu saja untuk menciptakan psikologi teror dan rasa tidak aman bagi warga kota.
Be first to comment this article | Add as favourites (42) | Views: 638 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh andimiswar
|
|
Senin, 31 Juli 2006 |
|
Membajakan diri pada mandat perjuangan adalah pilihan pilihan paling rasional untuk membangun kembali perdamaian sejati yang pernah terkoyak di bumi Poso. Dan pada saat yang elementer mengungkap dasamuka dari akar konflik itu sendiri. Dengan demikian, waktu akan terus memberikan hasil-hasil terbaik yang pernah diupayakan.Sejengkal demi sejengkal, setapak demi setapak, selubung misteri di balik kekerasan dan penyelewengan mulai tersingkap. Tak lain adalah buah dari perjuangan yang hampir tidak mengenal lelah. Waktu, energi dan pikiran terus saja bergumul tanpa batas ruang dan waktu. Mari kita lihat hasil akhirnya! A Price to Pay! Sejumlah pejabat oknum sipil dan militer sedang “membayar” apa yang telah mereka lakukan selama ini di Poso. Proses hukum atas mereka yang terlibat dalam penyelewengan dana kemanusian sedang memasuki babak baru. Pun demikian dengan pelaku teror dan kekerasan di Poso. Semuanya memang harus dibayar. Dengan harga yang pantas tentunya! Kembali menjadi tugas setiap kita untuk terus memantau setiap proses hukum yang sedang berlangsung. Kita tidak ingin lagi terkecoh untuk kesekian kalinya. Kekerasan dan penderitaan sudah saatnya untuk diakhiri. Hidup damai dan sejahtera memang pantas untuk diperjuangkan. Kita semua adalah agennya!
Be first to comment this article | Add as favourites (41) | Views: 606 |
|
|
Ditulis Oleh andimiswar
|
|
Senin, 20 Maret 2006 |
:: Brigjen (Pol) Drs. Oegroseno
Kecenderungan situasi keamanan setelah sejumlah operasi keamanan digelar belum juga menunjukkan trend yang positif. Padahal tidak sedikit dana telah digelontorkan untuk membiayai satu operasi ke operasi lainnya yang melibatkan TNI dan Polri. Tentu saja ini menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan. Mahfud Masuara dan Andi Miswar dari Seputar Rakyat mewawancarai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjend (Pol) Drs. Oegroseno, 15 Maret 2006, di ruangan kerjanya di Markas Polda Sulawesi Tengah, Palu. Berikut petikannya: Be first to comment this article | Add as favourites (37) | Views: 612 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh andimiswar
|
|
Selasa, 14 Pebruari 2006 |
|
Tangkap koruptor.. Gantung koruptor... Kejaksaan banci... Tegakkan hukum... Basmi KKN......
Teriakan itu bersahut-sahutan dari sejumlah pendemo yang terdiri dari Ornop (organisasi non pemerintah), masyarakat dampingan, mahasiswa dan beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) lainnya.
Sinar matahari yang terik di pekan pertama Desember. Massa berjumlah ratusan yang mengusung bendera Koalisi Rakyat Miskin (KRM), memenuhi ruas jalan Sam Ratulangi. Barisan paling depan, empat orang pendemo mengusung sebuah keranda mayat dibungkus kain hitam bertuliskan “Rakyat Berduka, Kejari/Kejati Mati”. Selain itu, lusinan spanduk dan pamflet dengan huruf gemuk-gemuk bernada kecaman menyemarakkan konvoi siang itu. Puluhan aparat keamanan berjaga-jaga dan menertibkan lalu lintas. Sebelumnya¸ pendemo berkumpul di Taman Kesenian Kota, lalu menyisir jalan protokol. Setelah singgah di DPRD Provinsi, massa menuju ke arah kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati).
Be first to comment this article | Add as favourites (41) | Views: 679 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh andimiswar
|
|
Jumat, 07 Oktober 2005 |
|
H Adnan Arsal adalah Ketua Forum Silaturahmi dan Perjuangan Umat Islam Poso (FSPUI). Ia dikenal sebagai tokoh Islam berpengaruh di sana. 2 Maret 2005 lalu, Andi Miswar dan Danel Lasimpo dari Seputar Rakyat berkesempatan mewawancarai Adnan Arsal di kediamannya di Palu. Adnan diminta memberikan komentar tentang pengungkapan korupsi dana kemanusiaan Poso. Berikut ini petikan wawancaranya. Be first to comment this article | Add as favourites (45) | Views: 619 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 13 - 18 dari 18 |