Who's Online

Disclaimer


|APAPUN yang anda temui di sini adalah ekspresi pribadi | SAYA tidak mewakili lembaga manapun dan sepenuhnya tanggung jawab pribadi saya | © SILAHKAN mengambil isi blog ini, namun sangat elok jika menyertakan sumber atau rujukan | SUDILAH menegur saya dan memberikan maaf, jika menemukan karya anda terlewat dalam penyebutan sumber |

inspirasi


Komentar Tulisan

Mendapatkan Akses Pr...
plz dong yg premiumnya
dimna kk ?
27/11/07 05:04 Lagi...
Oleh rochimdoni

Pesta blogger itu......
Ayo maju terus..
jangan lupa Blogger Palu yah.. PBC gitu loh.. :roll
22/11/07 00:37 Lagi...
Oleh fritz

Mendapatkan Akses Pr...
plz dong premium id dan passwordnya
dimna cranya kk kalau bsa kasih dong id dan paswoordnya
19/11/07 18:39 Lagi...
Oleh rochimdoni

Blogger RI Kalahkan ...
ngOPINI-ku
Selamat menikmati rumah barunya, agak nyaman rasanya disini....
19/11/07 16:43 Lagi...
Oleh daeng limpo

Menggagas Palu Blogg...
Dahysat
Ide bagus yang harus direalisasikan dengan segera
19/11/07 08:23 Lagi...
Oleh Anggara



Pesan





Free shoutbox @ ShoutMix


My BlogLog



Menikmati "Sepotong Surga" di Bibir Teluk PaluPDF Print E-mail
Written by admin
Saturday, 08 December 2007
 AROMA laut yang berhembus bersama angin, membelai wajahku sore itu. Riak ombak tak begitu besar, namun terdengar iramanya memecah di tanggul.

Saya mencoba serileks mungkin dengan menyandarkan kepala pada kursi plastik biru. Ya, pantai Talise, tempat yang tak pernah membosankan untuk melepaskan penat dan rantai rutinitas. Melihat gunung dan pantai dalam waktu yang elementer menimbulkan sensasi tersendiri.

Landskap alami itu dipermanis dengan kehadiran sebuah jembatan berwarna kuning yang membentang di atas hulu sungai Palu. Sebuah kombinasi yang mengundang decak kagum. Wallpaper yang biasa ditemui di layar komputer, kini ada di depan mata. Nyata!

Seorang kawan kepada saya pernah mengatakan: Jika ingin gebetan anda jatuh cinta, bawalah ke pantai Talise saat matahari terbenam dan nyatakan perasaaan anda kepadanya. "Saya sangat yakin dia akan jatuh cinta kepada anda dalam suasana itu," sarannya dengan yakin. Saya hanya mengiyakan dalam hati kala itu.

Sembari menyeruput secangkir sarabba (air jahe dicampur sedikit santan dan susu) di bawah langit senja yang berwarna jingga, saya menyantap jagung bakar yang dioles mentega. Sore yang sempurna untukku.

Semakin sore, pengunjung kian bertambah. Mulai dari pasangan muda-mudi, mahasiswa yang pulang dari kampus, suami isteri dan anaknya serta pekerja yang pulang sore. Mereka tumplek sepanjang pantai Talise untuk sekedar menikmati pemandangan ataupun mencicipi menu yang disediakan cafe gerobak di sepanjang pantai.

Mulai dari jagung bakar, pisang goreng, pisang gepe sampai minuman penambah energi. Semuanya tersedia di kawasan itu.Tak salah jika ini menjadi tempat favorit warga kota Palu untuk mengisi waktu senggangnya [...]