Minggu sore ini, saya dan
Ochan sudah harus meninggalkan
Hotel Sofyan. Tiket pulang hadiah dari
XL telah dipesan untuk penerbangan Selasa pagi.
Sebenarnya kami bingung untuk nginap dimana. Sebelumnya, kepada Ochan saya mengusulkan untuk nginap di Mess Pemda
Sulteng. "Chan, kalo mess Pemda Sulteng full, kita nginap di Mess Jid (baca: mesjid)," usulku setengah berkelakar. Ochan dengan gayanya yang khas cuma menyeringai dan menjawab pendek. "
Tai bebek!"
Dewi fortuna yang menemani kami di
Pesta Blogger masih terus membuntuti kami hingga Minggu sore itu. Adalah Hardy (Ketua
KNPI Sulteng) yang menginap di tempat yang sama. Dia menawarkan kami menjadi peserta kegiatan
Dialog Pemuda yang berlangsung selama dua hari (
28-30/10) di
Hotel Sahid. "Amanlah untuk makan dan nginap gratis," gumamku dalam hati.
Sebuah minivan berwarna gelap yang disewa Hardy membawa kami meluncur ke kawasan Sudirman. Azan magrib baru saja berkumandang saat kami menjejalkan kaki di lobby Hotel.